Bab II
Sistem Ekonomi, Tujuan, Dan Kebijakan Ekonomi
Dalam uraian di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar negara yang ada di dunia ini masuk dalam kelompok negara yang sedang berkembang, tetapi diantara negera-negara berkembang terdapat berbagai macam perbedaan yang kadang cukup menyolok. Michael Todaro dalam Ace Partadireja, perbedaan diantara negara-negara yang sedang berkembang tersebut meliputi :
1. Ada negara-negara secara geografis besar dan padat penduduknya seperti Mesir, India, Indonesia, Brasilia, dan ada negara-negara yang kecil dengan penduduk yang sedikit seperti Paraguay, Nepal. Negara-negara besar meskipun miskin tetapi mempunyai potensi dan sumber mineral yang kaya.
2. Latar belakang sejarah. Sebagaian besar negara-negara terbelakang di Asia dan Afrika adalah bekas jajahan negara-negara Eropa. Negara-negara penjajah ada yang modern dan ada yang kolot. Negara penjajah yang modern biasanya memberi bekas yang lebih baik di negara bekas jajahannya. Sedang penjajah yang kolot akan meninggalkan bekas yang parah bagi rakyat yang dijajahnya karena terkurasnya sumberdaya di negara yang dijajah untuk dibawa ke negara penjajahnya.
3. Kekayaan sumber alam dan manusia yang berbeda-beda. Ada negara yang dikaruniai sumber daya alam yang kaya seperti Timur Tengah dan Indonesia, ada pula negara yang miskin sumber alam seperti Bangladesh, Togo, Haiti. Ada pula yang memiliki sumberdaya manusia yang banyak seperti India dan Brasislia dan ada pula yang miskin sumberdaya manusianya.
4. Peranan negara dan swasta yang berbeda-beda. Ada negara-negara yang sektor swastanya lebih besar peranannya dari pada negara yang lain. Negara-negara yang kekurangan sumberdaya manusia biasanya lebih menyandarkan diri pada sektor pemerintah.
5. Sektor pertanian. Sebagian besar negara-negara berkembang merupakan negara-negara agraris, baik subsistem maupun komersial. Sebagian angkatan kerjanya terjun dan menggantungkan diri dalam bidang pertanian.
6. Ketergantungan pada luar negeri. Meskipun negera-negara terbelakang banyak ketergantungan dengan luar negeri, tetapi tingkat ketergantungannya berbeda-beda pada masing-masing negara.
7. Struktur kekuasaan. Ada negara-negara yang dikuasai oleh segolongan kaum industrialis, golongan elite, atau angkatan bersenjata.
Idiologi yang dianut oleh suatu negara berpengaruh terhadap struktur ekonomi masyarakat dan sistem ekonomi yang dipilih dalam menjawab permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara.
Sistem ekonomi adalah hubungan antara komponen-komponen ekonomi dengan kerangka hukum dan adat yang mengatur bagaimana komponen tersebut melakukan kegiatannya. Pada setiap bangsa memiliki sistem ekonomi belum tentu sama dengan bangsa yang lain. Setiap sistem ekonomi yang berlaku merupakan pola dalam melang sungkan proses pilihan ekonomi bagi masyarakat.
Sistem ekonomi di dunia ini ada empat, yaitu :
1. Sistem Kapitalisme
Kapitalis adalah sistem ekonomi yang ditandai oleh adanya hak milik swasta terhadap alat-alat produksi yang diusahakan untuk mencari laba dalam kondisi persaingan. Persaingan berlangsung secara tertib karena di dalam melakukan kegiatan nya manusia dituntun oleh suatu yang tidak kelihatan, yang oleh Adam Smith dinamakan tangan ajaib (invisible hand). Sebenarnya yang merupakan tangan ajaib itu adalah mekanisme pembentukan harga yang menuntun jalannya produksi, distribusi, dan konsumsi. Berdasar harga yang ada di pasar, produsen mengatur rencana produksi, serta melakukannya atas dasar tawar menawar menetukan jalannya pembagian pendapatan diantara faktor-faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi. Dan konsumen dapat pula mengatur cara berkomsumsinya. Pembentukan harga akan memberi petunjuk kepada produsen apakah jumlah produksi akan ditambah, tetap , atau dikurangai.
Kapitalisme adalah perpaduan dari sistem “ laissez faire (kebebasan)-competitive (persaingan) dan free private enterprise (usaha swasta yang bebas).
Ciri-ciri utama dari sistem kapitalisme adalah :
a. Pemilikan alat-alat dan sumber-sumber produsksi : tanah, mesin, pabrik dan alat-alat swasta baik perseorangan maupun perusahaan.
b. Kebebasan berusaha dan bersaing
c. Berproduksi untuk dijual di pasar dalam kondisi persaingan
d. Tujuan mendapatkan keuntungan yang maksimal.
2. Sistem Sosialisme
Adalah bentuk sistem ekonomi yang ditandai dengan adanya pemilikan dan pengawasan pemerintah terhadap beberapa industri dan pelaksanaan program kesejahteraan yang penting bagi keperluan ekonomi rakyat.
Ciri-ciri utama dari sistem ekonomi sosislisme adalah :
a. Pemilikan alat-alat dan sumber produksi, tanah, mesin-mesin, pabrik, dan sebagainya oleh negara.
b. Pengambilan keputusan mengenai apa yang akan diproduksi , berapa, bagaimana, kapan, dimana dan berapa harganya dan sebagainya dilakukan oleh negara.
c. Penggantian mekanisme pasar dengan perencanaan pusat.
d. Produksi , distribusi, konsumsi, dan alokasi sumber-sumber produksi serta barang-barang dan jasa ditetapkan oleh negara melalui perencanaan berjangka ( 5 tahun, 10 tahun, dan sebagainya) oleh pusat.
3. Sistem Komunisme
Komunisme merupakan sistem ekonomi yang sulit untuk dipahami, sebab sebutan komunisme lebih dekat dalam pengertian partai politik atau dapat juga berarti ajaran (doktrin), dapat juga berarti cita-cita bersama, bentuk pemerintahan dan dapat berati sistem ekonomi.
Dalam sistem komunis masalah ekonomi dipecahkan oleh penguasa pusat. Pemerintah pusat menetukan alokasi penggunaan sumberdaya, penentuan jenis, dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi. Semua dilakukan dengan perencanaan pusat. Individu tidak mempunyai kebebasan dalam menggunakan sumberdaya. Hak milik individu tidak diakui atau tidak ada, karena semua milik bersama atau milik negara.
4. Sistem ekonomi campuran
Dalam sistem ini ada unsur-unsur komando yang berupa campur tangan pemerintah dan ekonomi pasar. Indonesia menerapkan sistem ini yang dikenal sistem ekonomi Pancasila, atau sistem ekonomi pasar yang terkendali. Pemerintah turun tangan dalam menentukan tingkat harga untuk komoditi tertentu yang dianggap strategis seperti harga beras, BBM, telepon, listrik dsb.
Tujuan Kebijakan Ekonomi
Apapun sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara kebijakan ekonomi pada umumnya ditujukan pada pencapaian :
a. Efisiensi ekonomi, yaitu upaya menggunakan sumberdaya yang terbatas secara efisien. Efisiensi dapat dilihat baik dari sisi konsumen, produsen, pemerintah maupun swasta secara keseluruhan. Namun sering terjadi dilema dalam beberapa kasus. Misalnya petani setelah menerapkan pola bertani yang baik dengan penerapan teknologi yang maju akan dapat meningkatkan efisiensi. Tetapi disisi yang lain ternyata dengan hasil yang baik justru menimbulkan surplus secara nasional, akibatnya harga beras/ gabah rendah.
b. Pertumbuhan ekonomi. Yaitu usaha meningkatkan standar hidup masyarakat secara terus-menerus. Pertumbuhan ekonomi ini dapat dicapai dengan kemajuan teknologi, peningkatan kuantitas dan kualitas faktor produksi, serta pendidikan dan pelatihan.
c. Stabilitas perekonomian. Yaitu upaya untuk mengurangi fluktuasi kegiatan perekonomian yang disebabkan sebagai akibat dari terjadinya inflasi, pengangguran, dan spekulasi. Spekulasi misalnya tindakan menumpuk barang karena adanya perhitungan bahwa harga barang tersebut akan naik dikemudian hari.
d. Pemerataan. Yaitu upaya untuk mengurangi kesenjangan pendapatan baik antar golongan, sektor maupun antar daerah.
e. Kebebasan ekonomi. Yaitu adanya kebebasan perorangan dalam melakukan pilihannya. Setiap orang bebas memilih dan harus menetapkan apa yang yang diinginkan dan tujuan yang akan dicapai.
f. Ketahanan ekonomi. Yaitu adanya keinginan untuk mempertahankan tingkat ekonomi minimum tertentu bagi setiap orang dan masyarakat
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan Pemerintah Tujuan Pembangunan:- Efisiensi ekonomi
- Pertumbuhan ekonomi- Stabilitas ekonomi
- Keadilan ekonomi
- Ketahanan ekonomi

Masalah yang dihadapi oleh masyarakat:- kemiskinan
- pertumbuhan penduduk yang cepat
- pengangguran
- inflasi
- kegagalan pasar
Gambar 3. Kebijakan Pemerintah
Daftar Pustaka
Nopirin, Sadono Sukirno, Anonim.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar