Bab I
Konsep Dasar
Pendahuluan
Secara perseorangan maupun bersama-sama manusia selalu menghadapi berbagai masalah ekonomi dalam kehidupan sehari-harinya. Masalah-masalah tersebut timbul sebagai akibat tidak imbangnya antara jumlah kebutuhan manusia dibandingkan dengan ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan tersebut, baik yang berupa barang maupun jasa yang disediakan oleh para produsen.
Jumlah manusia akan terus meningkat dari tahun ke tahun, peningkatan ini akan selalu disertai oleh meningkatnya kebutuhan. Salah satu ciri manusia diban- dingkan dengan mahluk lain adalah keadaaan yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada, disediakan di dunia ini. Keinginan yang telah tecapai pada hari ini, akan segera melahirkan keinginan yang baru. Dan ini akan terus berlangsung secara berulang-ulang. Manusia adalah mahluk yang selalu akan mengejar keadaan yang lebih baik dari keadaan saat ini. Meskipun manusia tersebut telah berada pada tingkat kemakmuran yang tinggi, tetapi manusia akan selalu mencari yang alebih tinggi dari keadaan yang ada tersebut. Masyarakat Amerika Serikat, Kanada yang saat ini sudah mencapai pata tahap kemahmuran, masih akan berusaha mencapai kemakmuran yang lebih tinggi lagi.
Pada sisi yang lain faktor-faktor yang dapat digunakan oleh manusia jumlahnya sangat terbatas jumlahnya. Sehingga barang-barang yang dapat dihasilkan oleh sektor produksi jumlahnya juga terbatas dibandingkan dengan jumlah kebutuhan manusia. Keadaan ini yang meinimbulkan masalah manusia, yang disebut masalah ekonomi.
Definisi
Ekonomika lahir pada abad ke 18. sebelumnya persoalan-persoalan ekonomi hanya dipelajari bersama filsafat dan agama. Pada tahun 1776, Adam Smith menulis buku yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the wealth of Nations. Buku ini merupakan buku pertama kali mengupas persoalan-persoalan ekonomi dalam suatu sistemetika yang terpisah dari persoalan filsafat dan agama, yang dalam buku tersebut dipakai istilah ekonomi poltik sehingga Adam Smith disebut sebagai Bapak Ilmu Ekonomi. Sedang sebutan ekonomi dipakai setelah Alferd Marshall menulis buku Principles of Economics.
Definisi Ekonomika
Ada beberapa definisi tentang ilmu ekonomi, diantaranya :
1. Ilmu yang mengkaji barang dan jasa yang dihasilkan, bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan, dan untuk siapa barang jasa tersebut dihasilkan.
2. Ilmu ekonomi menganalisis gerakan dan kecenderungan ekonomi secara keseluruhan dari trend harga, output, kesempatan kerja, dan perdagangan luar negeri. Pemahaman hal-hal tersebut akan berguna untuk merumuskan kebijakan untuk memperbaiki keadaan ekonomi.
3. Ilmu yang memepelajari perdagangan antar bangsa.
4. Ilmu ekonomi adalah kajian tentang uang, perbankkan, modal dan kemakmuran.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ekonomi adalah tata cara memilih, hakekat ekonomika adalah the study of choice.
Paul Samuelson mendefinisikan ekonomika sebagai suatu studi, bagaiman cara orang-orang dan masyarakat melakukan pilihan-pilihan baik dengan maupun tanpa menggunakan uang , dengan menggunakan sumberdaya yang terbatas tetapi tetapi dapat dipergunakan dalam beberapa cara dalam menghasilkan barang dan jasa, serta menditribusikan untuk keperluan konsumsi, dalam waktu sekarang dan yang akan datang kepada orang-orang dan berbagai kelompok masyarakat.
Ilmu ekonomi pada dasarnya mempelajari upaya manusia baik sebagai perse- orangan maupun bersama-sama atau masyarakat dalam rangka melakukan pilihan dalam menggunakan sumberdaya yang jumlahnya terbatas untuk dapat digunakan memenuhi kebutuhannya, yang pada dasarnya kebutuhan manusia itu tidak terbatas terhadap barang dan jasa.
Kebutuhan
Kebutuhan adalah keinginan yang timbul dalam diri manusia dan masyarakat dalam bentuk tutntutan untuk memperoleh pemenuhannya. Semua kegiatan manusia selalu berawal dari kebutuhan yang akan dipenuhinya atau dipuaskannya.
Kebutuhan ekonomi adalah kebutuhan terhadap barang-barang keperluan hidup yang dapat dinilai dengan uang, atau yang disebut dengan harga. Tetapi ada juga kebutuhan yang tidak dapat dinilai dengan uang, misalnya kebutuhan akan perlindungan, rasa aman, kasih sayang, kebebasan. dsb.
Sifat-sifat dasar dari Kebutuhan ekonomi adalah :
1). Berbeda-beda bagi setiap orang, golongan, suku dan masyarakat.
2). Tidak sama disepanjang waktu dan generasi
3). Berkembang dalam jumlah dan kualitas
4). Dapat saling melengkapi ataupun saling berlawanan.
Semua barang dan jasa dibutuhkan oleh manusia karen barang dan jasa tersebut memiliki kegunaan.
Guna
Guna adalah kemampuan suatu barang dalam memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia. Kegiatan untuk membuat suatu barang menjadi berguna dapat disebut sebagai kegiatan produksi. Guna suatu barang dapat bersifat subyektif dan berubah-ubah setiap waktu, artinya bagi kita suatu barang dapat berbeda nilainya. Bagi orang yang tinggal di daerah tropis jaket untuk menhangatkan badan tidak sama nilainya bagi orang yang tinggal di daerah kutup utara, yang dingin.
Berguna tidak sama dengan bermanfaat. Sesuatu yang berguna belum tentu bermanfaat. Misalnya, merokok bagi perokok berguna, tetapi tidak bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam ekonomi manusia akan selalu dihadapkan pada beberapa hal sehari-hairinya dijumpai oleh setiap manusia, antara lain :
Kelangkaan (scarcity)
Kelangkaan timbul apabila kebutuhan seseorang atau masyarakat lebih besar dari yang disediakan atau yang ada. Dengan demikian kelangkaan terjadi pada saat tidak mencukupinya barang dan jasa saat dibutuhkan oleh manusia atau masyarakat yang ingin menggunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Maka barang ini disebut barang ekonomi, artinya jumlahnya sedikit dibanding kebutuhan manusia.
Pilihan (choice) dan Alokasi
Kebutuhan manusia yang lebih besar dari jumlah barang dan jasa yang tersedia,
maka manusia harus menentukan pilihan/ alokasi. Sebagai contoh, bila seseorang memiliki uang Rp 10.000,- . Dengan uang sejumlah itu maka orang tersebut harus mengadakan pilihan. Bila akan membeli tiket bioskop di Theater 21 harga tiket Rp 7.500,- atau akan membeli Paket Hemat di Mc.Donald yang harganya Rp 9.900,- Yang pasti tidak dapat memenuhi kedua-duanya. Dia harus mengadakan pilihan, nonton atau beli makan di Mc. Donald. Apabila memilih makan di MD, maka biaya riil atau ongkos alternatif (opportunity cost-nya) adalah nonton. Dengan demikian ongkos alternatif adalah nilai/kesempatan yang dikorbankan/hilang karena pemilihan penggunaan sumber daya untuk penggunaan tertentu.
Masalah Ekonomi
Masalah memilih inilah yang disebut dengan masalah ekonomi. Sering dikatakan, masalah ekonomi adalah “the art of choice” (seni memilih). Pemilihan/alokasi meliputi jawaban yang harus diberikan oleh setiap individu, masyarakat, maupun negara terhadap pertanyaan berikut :
a. Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan (what)
b. Bagaimana barang dan jasa tersebut dihasilkan (how)
c. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan (for whom)







Sumberdaya Pilihan Kebutuhan
- Terbatas jumlahnya - Apa (what) - Sifatnya tidak terbatas
- Mempunyai beberapa - Bagaimana (how)
alternatif penggunaan - Untuk siapa
(for whom)
Gambar 1. Skema Masalah Ekonomi
1. Barang apa (what) yang akan dihasilkan. Keputusan ini ditentukan harga ketiga komoditas tersebut, yang dapat mendatangkan keuntungan yang paling tinggi. Apabila harga ikan yang paling tinggi, maka petani tersebut mungkin akan menggunakan tanahnya untuk menanam ikan.
2. Bagaimana menghasilkan barang tersebut (how). Jawabanya tergantung dari faktor produksi. Apabila dilingkungannya banyak terdapat tenaga kerja dan sedikit modal sehingga upah buruh rendah, maka petani tersebut akan banyak menggunakan tenaga kerja (padat tenaga kerja).
3. Untuk siapa barang tersebut (for whom). Distribusi atau penggunaan barang tersebut ditentukan oleh harganya. Apabila harga ikan itu tinggi, maka yang akan memakai adalah orang-orang yang senang ikan dan golongan ekonomi tertentu.
Selain tiga masalah di atas Sadono (1981) menambahkan tiga masalah lagi yang klasik juga dialami oleh suatu negara atau perekonomian. Ke tiga masalah yang merupakan tambahan itu adalah :
4. Apakah penggunaan faktor-faktor produksi telah mencapai tingkat effisiensi yang tinggi ?
5. Mengapa selalu timbul inflasi dan bagaimana cara mengatasinya ?
6. Apa usaha yang harus dilakukan agar di masa depan penggunaan faktor-faktor produksi lebih efisien ?
Masalah Ekonomi Negara Maju dan Negara yang Sedang Berkembang
Di dunia ini belum ada satu negarapaun yang telah dapat mengembangkan sumberdaya yang dimiliki secara maksial. Negara tersebut meskipun sudah tergolong negara kaya dan maju baru berada pada suatu tahap dalam pembangunan. Ada negara yang berada pada tahap lebih maju, maju, atau terbelakang. Perbedaan tingkat pembangunan ini akan membawa akibat distribusi hasil /pendapatan yang tidak merata antarnegara. Misalnya ± 6% penduduk Amerika Serikat dapat menikmati ± 6% pendapatan dunia. Meskipun pendapatan negaranya cukup tinggi tetapi masalah kemiskinan tetap ada di negara tersebut.
Oleh karena itu semua negara di dunia ini bertekad untuk melaksanakan oembangunan dan berusaha meningkatkan pendapatan nasionalnya. Berdasarkan tingkat pendapatan nasional perkapita negara-negara didunia dikelompokkan dalam negara-negara maju dan negara-negara sedang berkembang. Menurut Ace Partadireja, masalah di negara-negara sedang berkembang adalah kemiskinan. Indikator kmiskinan ada lima : makanan (pangan), pakaian (sandang), pemukiman (papan), kesehatan, dan pendidikan.
Negara-negara di dunia ini sering disebut dalam pengelompokan negara Dunia pertama, Dunia Kedua, dan Dunia Ketiga. Negara-negara yang termasuk dalam kelompok Dunia Pertama adalah negara-negara yang memiliki tingkat kemakmuran yang tinggi, misalnya AS, yang yang memiliki pendapatan rata-rata per kapita lebih dari $ 12.000 per tahun. Negara lain yang mendekati tingkat kemakmuran AS adalah Kanada, Jepang, Eropa Barat, Australia, Selandia Baru. Kelompok negara Dunia Kedua, orang-orang yang sudah hidup dengan memiliki jumlah dan bermacam-macam ragam barang dan jasa yang banyak, meskipun tidak sebanyak pada kelompok Dunia Pertama. Kelompok ini ada pada negara-negara Eropa Timur dan Amerika Latin.
Kelompok negara Dunia Ketiga, adalah negara-negara yang penduduknya melarat, terbelakang, yang gambarannya serba suram dan menyedihkan. Tetapi ada sebagaian kecil yang rakyatnya hidup kaya-raya.
Masalah yang dihadapi oleh negara-negara yang sedang berkembang antara lain:
a. Kemiskinan dan Keterbelakangan
Banyak sebab yang dapat menjadikan suatu negara berpendapatan per kapitanya rendah. Sebab-sebab terjadinya kemiskinan tersebut antara lain karena :
1. Rendahnya produkstivitas pertanian
Kebanyakan negara-negara miskin kegiatan masyarakatnya didominasi sektor pertanian. Tetapi dominasi sektor pertanian merupakan faktor yang menyebabkan negara tersebut menjadi miskin, banyak negara maju yang juga sebagain penduduknya memiliki aktivitas utama pada sektor pertanian, misalnya Australia, Denmark dan Selandia Baru, negara-negara tersebut pendapatan per kapinya tinggi.
Yang menyebabkan rendahnya pendapatan per kapita adalah produkstivitas pertanian. Rendahnya produksivitas dapat dikarenakan lahan pemilikan dan garapan yang sedikit/sempit atau teknologi yang digunakan rendah, dan adanya tanah-tanah absentee, yaitu tanah yang dimiliki oleh orang yang tinggal dikota. Tanah absentte dapat menyebabkan petani penggarap kurang bergairah untuk bekerja keras.
2. Kurangnya prasarana dan sarana yang dapat menyebabkan tenjadinya fragmentasi ekonomi sehingga sulit untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sulit transportasi, komunikasi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya yang semuanya serba kurang.
3. Sektor moneter yang belum maju. Negara-negara segang berkembang yang dengan pendapatan per kapitanya rendah juga sektor moneternya belum berkembang sehingga menyulitkan pembentukan modal, dan akibatnya akan menghambat pembangunan.
4. Kurangnya pendidikan dan tenaga trampil. Pertumbuhan ekonomi sangat erat berkaitan dengan tingkat pendidikan dan tenaga trampil. Di negara-negara miskin pada umumnya baik tingkat pendidikan maupun tenaga trampil biasanya rendah, karena tidak mempunyai dana yang cukup untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan ketrampilan.
5. Tabungan rendah. Karena sebagain besar pendapatannya hanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi/ makan. Dan tidak ada lagi sisa uang yang dapat di tabung. Akibat tidak adanya tabungan yang mencukupi maka pembangunan menjadi terhambat.
Permasalahan di atas merupakan suatu bentuk mata rantai yang yang tidak berujung pangkal (vicious circle) yang sulit untuk dipecahkan di negara berkembang. Secara sederhana dapat digambarkan sebagai sebuah lingkaran sebagai berikut :
Pendapatan rendahâ

Tabungan > Produkstivitas
Rendah Rendah
Investasi Modal dan SDM
Rendah Rendah
Gambar 2. Permasalah Ekonomi Negara terbelakang
b. Pertumbuhan penduduk yang cepat
Pertumbuhan penduduk yang cepat memiliki kaitan dengan dengan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi akan terjadi bila pertumbuhan tingkat pendapatan lebih besar dari pertumbuhan penduduk. Untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi diperlukan investasi yang besar. Investasi yang besar ini merupakan salah satu kendala yang ada di negara berkembang. Yang lebih membebani adalah pada saata bersamaan, saat diperlukan adanya investasi yang besar pada saat itu pula disertai oleh pertumbuhan penduduk yang besar, sehingga pendapatan perkapita menurun. Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk banyak negara menerapkan program keluarga berencana untuk meningkatkan laju pertumbuhan pendapatan per kapita. Dengan lebih besarnya laju pertumbuhan produksi dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk, maka negara akan dapat meningkatkan pendapatan ekonominya.
c. Pengangguran
Adanya pengangguran yang tinggi menggambarkan bahwa sumberdaya tidak/ belum dapat digunakan sepenuhnya. Karena tingginya pengangguran dan belum mencukupinya fasilitas pendidikan dan pelatihan, akan semakin menjauhkan sumberdaya dari pemanfaatan secara optimal. Pengangguran sebagai suatu konsekwensi dari keterbelakangan sebuah perekonomian. Setiap negara tidak terkecuali negara majupun menghadapi masalah pengangguran ini, hanya jumlahnya yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan negara-negara yang sedang berkembang. Suatu perekonomian atau suatu negara yang telah memproduksi barang yang dihasilkan lebih tinggi dari permintaan akan memiliki kecenderungan menciptakan pengangguran.
d. Inflasi
Inflasi menyebabkan daya beli uang menjadi menurun. Masyarakat yang berpendapatan tetap akan dirugikan, sedang masyarakat yang berpendapatan tidak tetap sering malah diuntungkan oleh terjadinya inflasi. Inflasi dapat mempengaruhi distribusi pendapatan masyarakat.
e. Kegagalan pasar
Di negara-negara sedang berkembang seroing terjadi campur tangan pemerintah yang terlalu besar. Adanya monopoli sebagai akibat campur tangannya pemerintah dapat menyebabkan mekanisme pasar tidak berjalan. Bila pemerintah ingin menciptakan keseimbangan ekonomi, maka monopoli perlu diatur secara adil. Campur tangan pemerintah diperlukan pada saat dampak pertumbuhan ekonomi akan berakibat buruk terhadap lingkungan, misalnya pengaturan pendirian pabrik yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan, sehingga mengakibatkan polusi yang mencemari udara dan air di sekitarnya.
f. Pemerataan
tidak selamanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu menguntungkan, ini terutama bila tidak disertai oleh adanya pemerataan pendapatan. Pemerintah dapat membuat kebijakan yang berhubungan dengan pemerataan ini.
Daftar Pustaka
1. Nopirin, 1999. Pengantar Ilmu Ekonomi - Makro dan Mikro, BPFE
Yogyakarta
2. Sadono Sukirno, 1994. Mikro Ekonomi - Teori Pengantar, RajaGrafindo
Persada, Jakarta
3. ........., Penngantar Ilmu Ekonomi,
Daftar Pustaka
1. Nopirin, 1999. Pengantar Ilmu Ekonomi - Makro dan Mikro, BPFE
Yogyakarta
2. Sadono Sukirno, 1994. Mikro Ekonomi - Teori Pengantar, RajaGrafindo
Persada, Jakarta
3. ........., Penngantar Ilmu Ekonomi,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar